This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Minggu, 06 Maret 2011
CERPEN !! Buzzz
05.04
jauanica
Sebenernya cerpen ini udah lumayan lama. Ceritanya waktu itu lagi ikutan lomba cerpen yang diadakan www.mahasiswa.com.
Yap, begitulah. Alhamdulillah akhirnya menang sebagai Juara II.
Karena ada yang memprovokasi saya supaya mempublish cerpen ini *makasih banyak ya Mbah -,-* ya sudah..
itung-itung sharing hobi juga.
Oh ya. Buat Tambahan. Nama tokoh utamanya ini asli lho...!! hehe. Maksudnya emang bener ada. Mbak yang namanya tercantum di cerpen ini emang yang udah banyak membantu sy waktu nulis.. now she is studying at Gajah Mada University. Thanks a lot, Mbak ^^
NAMAKU SI BIRU
Namaku si Biru.
Begitulah Junda, pemilikku memanggilku sejak dua bulan yang lalu. Hmm.. menurut kalian sosok apakah aku ini? Yang jelas, aku adalah benda elektronik yang terbuat dari bahan anti karat. Berbentuk balok, terdapat sisi yang dapat di buka, dan terdapat layar berukuran sedang di dalamnya. Dengan tuts-tuts keyboard berjumlah delapan puluh enam, kinerjaku sempurna sudah. Sering aku bertemu dengan teman-teman di perpustakaan kampus, taman kota, atau cafe-cafe di mall. Kehadiran kami yang sangat dibutuhkan menjadi pertimbangan para mahasiswa untuk memiliki benda seperti aku ini, termasuk Junda. Ya, benar. Aku adalah laptop, berwarna biru tepatnya. Oleh karena itu Junda memanggilku si Biru.
Sudah menjadi tugasku untuk mempekerjakan sistem operasi agar aktif, menampilkan tampilan word untuk tugas paper, dan tak luput dari aktifitas internet. Aku bersyukur menjadi kebutuhan primer Junda, dan dapat menemani kesehariannya. Dia adalah mahasiswi semester dua prodi biologi yang pandai. Tak pernah ada kata absen atau bolos mata kuliah, selalu tepat waktu mengerjakan tugas, dan dapat memanfaatkanku dengan sebaik-baiknya. Meski ada banyak film di folder E-ku, dia tidak mau menyentuh ikon judul film sama sekali saat ada tugas. Dan meskipun sinyal wi-fi penuh lima undakan, dia tidak mau menyia-nyiakan waktu untuk bercakap-cakap tak jelas di dunia maya. Aih, intinya Junda adalah mahasiswi berkualitas. Tak hanya segi intelektualitas, tetapi kepribadiannya. Selalu cermat dalam keuangan, dan tak pernah mempertontonkan aurat. Tak pernah bergaul terlalu bebas, juga tak pernah bergaya borjuis seperti yang dianut mahasiswa obsesi selebritis. Tahu sendiri, bukan? masih ada mahasiswa yang suka berkedok kaya padahal dia telah menyakiti orang tua secara perlahan, menghabiskan uang.
Mentari telah kembali ke peraduan. Gemintang yang berkilauan nampak redup ditingkahi lampu-lampu metropolitan. Qira’ah Ar-Rahman yang disetel di masjid terdengar merdu. Namun alunan sucinya dikalahkan dengan suara televisi yang dinyalakan di rumah-rumah.
Junda masih menekan tuts-tuts keyboard di tubuhku, rupanya dia sedang menulis proposal.
“Jun, apakah perusahaan itu akan menerima proposal kita? LSM saja ditolak mentah-mentah. Fadhil sudah menjadi korbannya,” ujar Rina, teman kosan Junda.
“Semoga saja, Dik Rina. Kalau ada tembusan dari rektor bisa memperkuat proposal kita. Kita juga mengundang pewarta berita. Lagipula, apa salahnya coba, organisasi kepenulisan kampus mengadakan festival sastra untuk anak-anak berkemampun luar biasa?” Junda menjawab dengan senyum. Lalu kembali meneruskan pekerjaannya.
“Baiklah. Terserah kakak saja, lah.”
Hmm.. Aku suka ini. Lihat, Junda telah menyelesaikan proposalnya. Efisien sekali waktunya. Hanya satu jam.
“Dengan tujuan mengoptimalkan potensi anak-anak istimewa, kami selaku pengurus Okus –Organisasi Kepenulisan Kampus- berencana mengadakan festival sastra yang akan diikuti siswa SMPLB se-kota kabupaten. Oleh karena itu, diharapkan dengan sangat kontribusi perusahaan untuk mensponsori acara kami.”
Itu adalah kutipannya. Kalian tahu, selain aktif di organisasi kepenulisan, Junda juga mengikuti kegiatan mahasiswa yang bermanfaat seperti ini. Tetapi kewajiban utamanya untuk kuliah tak dia tinggalkan. Buktinya IPK pertama sampai sekarang tak pernah lepas dari angka 3,5.
Namaku si Biru.
Angin bertiup semilir. Suhu kamar kosan Junda tidak sesejuk ini. Hm..mungkin ini yang disebut taman kota. Sudah beberapa kali dia berkunjung ke tempat ini. Untuk mencari referensi tugas atau juga menulis. Menulis apa saja. Oh, ya, aku lupa memberitahu kalian kalau Junda juga berprofesi sebagai jurnalis. Artikelnya tentang kesehatan remaja sering diterbitkan majalah nasional. Empat cerpennya yang ditulis di folderku juga telah terbit dalam kumpulan cerpen para penulis muda. Apakah sekarang dia akan membuka Word yang terprogram dalam organ tubuhku?
Waktu berjalan sekian menit sampai tak ku sadari ada teman Junda yang datang menemuinya. Aku ter-shut down.
***
“Aduuh. Maaf Jun, aku terlambat. Rico terlambat menjemputku dari M-Studio,” sesosok perempuan bertubuh tinggi menghampiri Junda yang duduk di kursi kayu panjang dekat air mancur. Penampilannya sangat berbeda dengan Junda. Sepatu high heel, T-shirt ketat, celana jeans, juga rambut yang dibiarkan tergerai. Rapi, namun dandanannya terkesan menor.
“Oh.. Ya, tak mengapa. Jadi kamu benar-benar membutuhkan ini sekarang?” jawab Junda, melirik sebentar ke arah si Biru.
Kenny, nama perempuan itu, kawan satu jurusan mengangguk. Binar matanya menyorotkan keagresifan. Namun air mukanya nampak berlawanan, dibuat sepolos mungkin.“Ya, benar sekali. Laptop yang dibelikan papaku di Singapur rusak berat. Monitornya retak. Aku membutuhkan laptopmu untuk mengerjakan tugas Pak Herman. Tahu sendiri bukan jadwal pemotretanku di majalah fashion sangat padat? Tak mungkin juga aku berpanas-panas ria pergi ke rental. Aku juga ingin menganalisis masalah dengan tenang di rumah. Tak perlu diketikkan orang lain.”
“Baiklah, silahkan kamu bawa. Tetapi usahakan dua hari lagi kamu kembalikan, ya?” Junda terlihat iba. Berharap anak pejabat DPRD kota ini tertolong. Kenny adalah mahasiswi cerdas. Buktinya dia bisa masuk universitas tanpa tes.
“Tenang saja. Aku hanya membutuhkan waktu satu hari untuk menyelesaikan semuanya.” Sahut Kenny cepat. Lalu melirik arloji di tangan kirinya. “Sekali lagi maaf. Sekarang aku harus cepat pulang. Lebih baik ku kerjakan tugas itu sekarang.” Pamit Kenny.
“Oh.. Ya, silahkan. Aku juga ada kegiatan di kampus.”
“Baiklah. Err..Assalamu’alaikum..” Ujar Kenny gagap.
“Wa’alaikum salam..”
Berlalulah Kenny, sambil membawa si Biru yang telah berada di tas mahal miliknya.
***
Namaku si Biru.
Huah.. Lama sekali aku tertidur. Mungkin aku akan mengabdi lagi pada jalan hidup Junda. Ayo, Jun. Lekaslah, kerjakan proposal lagi, atau operasikan Word untuk tugas biologimu. Aku takkan menyesal menjadi laptop mahasiswi baik seperti kamu.
Perlahan sisi badanku terbuka. Hey! Tunggu. Ini bukan tangan Junda. Tangannya selalu pelan menyalakan aku. Saat ini badanku kesakitan karena begitu kuatnya dia membuka sisi monitor. Sudut kemiringanku juga tak pernah seekstrem ini. Sakkiiit!
Perlahan crystal eyeku mendeteksi sesosok manusia. Ya, ini bukan Junda. Tetapi Kenny, majikan Cerry, si laptop berwarna ungu. Semoga aku tak diapa-apakan olehnya. Karena menurut penuturan Cerry, Kenny sangat sembrono dan berhati keras.
Proses booting selesai. Tapi, apa-apaan ini? Membuka foldernya banyak sekali. Flashdisk harus dibaca segera. Semua folder ini milik Junda.
Dengan cepat dia mengklik folder E yang berjudul “TuGas Pak HerMaN”. Aku menjadi cemas karenanya. Bukankah ini tugas yang harus dikumpulkan besok lusa? Jangan-jangan dia mau menjiplak tugas majikanku?
Benar saja. Folder ini langsung saja di copy pada flashdisk Kenny. Ingin rasanya aku berkata jangan. Junda telah menyelesaikan tugas ini semalam suntuk. Sambil menunggu waktu sahur puasa sunnahnya. Huh, benar kata Cerry, dia bukan mahasiswi cerdas seperti yang orang bilang.
“Ku harap kau baik-baik saja dengan perbuatanku ini. Mudah sekali menipu orang setolol kamu. Sok alim, kuno pula. Lihat aku, lihat kemampuanku menarik hati para adam. Tak usah belajar keras untuk mendapat nilai tinggi, toh papa selalu siap membiayai sogokanku seperti tes pertama dulu. Aku juga tak perlu mengerjakan tugas karena memiliki trik ini. Cukup mengumpulkan lebih awal. Hm.. yang penting penampilan dan karir. Agama dan otak nomor buncitlah....” perkataannya itu benar-benar membuatku ingin hang. Atau mematikan SO secara tiba-tiba. Busuk.
Aku sudah menyangka Kenny tidak sebaik yang orang-orang sangka, seperti yang menjadi penilaian Junda. Kenny tidak murni sebagai mahasiswi cerdas.
Kenny lalu menyalakan Cerry. Kondisinya masih bagus. Sangat berkilau. Ingin cepat-cepat ku sapa dia, berbagi cerita.
“Hai,” pekikku.
Cerry memandangku. Heran. “Kenapa kau bisa ada di sini, si Biru?”
“Kenny telah mengcopy folder tugas Junda. Betapa jahatnya dia.” Jawabku sendu.
“Hmmh.. sabar sajalah si Biru. Ini tidak seberapa. Bandingkan dengan aku yang sudah muak menemani hari-harinya selama ini.”
“Tidak seberapa, maksudmu?” tanyaku penasaran.
“Hmh.. Aku tahu, Junda adalah anak manusia yang baik. Aku sering mendengarkan cerita teman-teman lain tentang kelebihan majikanmu itu. Cerdas, pandai mengatur waktu, juga berperilaku yang baik. Aku kesal dengan perbuatan Kenny. Dia selalu membantingku saat stres. Dia tak meghiraukan jerih payah orang tuanya. Webcamku dipergunakan untuk berpacaran saja. Memakai pakaian seronok pula. Folder-folderku juga tak bermutu. Tak ada satupun tugas yang menjadi karyanya. Semua hasil plagiat. Kamu tahu, malam hari aku masih menyala, namun harus ku telan pil pahit Kenny mengoperasikanku dalam keadaan mabuk. Aku menjadi benda yang tak berguna.”
Aku terperangah. Sebegitukah?
“Lalu, bagaimana dengan Junda? Tak mungkin ku biarkan majikanku teraniaya. Bisa saja dia bermasalah dengan Pak Herman nanti.
Cerry kembali menatapku. “Maafkan aku. Tak ada yang bisa ku lakukan.”
Kalau aku menjadi manusia, aku akan menangis. Menangis sekeras-kerasnya. Aku juga akan memberitahu Junda agar tak meminjamkanku lagi pada Kenny ini.
Namaku si Biru.
Tuhan Maha Adil. Meskipun harus berurusan dengan dosen karena kesamaan tugas mereka, akhirnya Junda memenangkan “kasus” ini. Kenny tidak bisa melawan kebijaksanaan Pak Herman. Huah! Ku harap mahasiswa Indonesia tidak seperti Kenny ini. Apapun strata sosial atau jabatan yang mereka miliki.
***
Jumat, 11 Februari 2011
emmmm..
02.31
jauanica
just a little letter.
saat gerimis kecil.
saat kusemakin merindu seseorang yang dapat merengkuh segala cemas
saat ia melihatku sebagai asteroid di antara planet-planet yang menawan.
uhm.
rindu itu semakin menggila.
semoga kau juga begitu.
kau membaca ini saja aku sudah senang,
apalagi jika kau mengalami hal yang sama.
semoga ^X^
for:: meong
from:: mooooo..
saat gerimis kecil.
saat kusemakin merindu seseorang yang dapat merengkuh segala cemas
saat ia melihatku sebagai asteroid di antara planet-planet yang menawan.
uhm.
rindu itu semakin menggila.
semoga kau juga begitu.
kau membaca ini saja aku sudah senang,
apalagi jika kau mengalami hal yang sama.
semoga ^X^
for:: meong
from:: mooooo..
Jumat, 21 Januari 2011
one poem
02.54
jauanica
jika aku benar, maka tak berlebihan jika kukatakan padamu bahwa senyum itu tulus.
Jika ini meyakinkan, aku tak ragu lagi untuk berbagi sedikit tawa dan tangis padamu.
Karena aku. Tertuju padamu. Sekarang.
Saat ini,
Cuma ada satu variabel yang menemani koefisien ‘aku’.
Kamu.
Kamu dengan kesederhanaan kamu.
Kamu dengan apa adanya kamu.
Kamu dengan senyuman kamu.
Juga sedikit luka yang kau torehkan padaku. Luka yang kutorehkan padamu juga.
Ah, tak mengapa. Itu namanya konsekuensi, bukan?
Aku takkan menuntut banyak padamu,
Karena seperti yang dikatakan orang bijak,
Mencintai untuk dicintai [seperti aku mencintaimu] adalah hal kuno yang tragis:: hanya akan membuat hatiku tercabik. Aku akan mengenalmu dengan sewajarnya,
Karena katamu dulu, seerat-eratnya kita pasti akan berpisah. Entah kapan, dimana, dan bagaimana.
Jujur, aku tak begitu menginginkan kamu seperti mereka yang mengaku peduli pada perempuan, sedangkan mereka membebekkannya pada semua orang. Dan kamulah kamu :)
Semua yang kau datangkan dari langit jingga sudah cukup, lebih dari cukup.
Aku suka caramu menata bingkai hatiku, tak peduli bahwa ada bagian yang retak di sudut hatiku yang lain.
Karena kamu bukan pengungkit masa lalu.
Yeah! Keindahan itu juga kutunjukkan pada beberapa orang yang masih sedikit pantas dianggap berarti untukku. Tak peduli apakah aku menabrak rambu belok dengan memutar haluan, mendapat plakat pemakan ladang orang, aku terus melangkah dalam nadi hidupku, jalanku sendiri.
Karena aku dan beberapa dari mereka sejatinya bersatu titik akhir. Hanya saja kami sedikit berbeda.
Kamu,
Terima kasih banyak untuk adanya kamu selama ini…:)
Jika ini meyakinkan, aku tak ragu lagi untuk berbagi sedikit tawa dan tangis padamu.
Karena aku. Tertuju padamu. Sekarang.
Saat ini,
Cuma ada satu variabel yang menemani koefisien ‘aku’.
Kamu.
Kamu dengan kesederhanaan kamu.
Kamu dengan apa adanya kamu.
Kamu dengan senyuman kamu.
Juga sedikit luka yang kau torehkan padaku. Luka yang kutorehkan padamu juga.
Ah, tak mengapa. Itu namanya konsekuensi, bukan?
Aku takkan menuntut banyak padamu,
Karena seperti yang dikatakan orang bijak,
Mencintai untuk dicintai [seperti aku mencintaimu] adalah hal kuno yang tragis:: hanya akan membuat hatiku tercabik. Aku akan mengenalmu dengan sewajarnya,
Karena katamu dulu, seerat-eratnya kita pasti akan berpisah. Entah kapan, dimana, dan bagaimana.
Jujur, aku tak begitu menginginkan kamu seperti mereka yang mengaku peduli pada perempuan, sedangkan mereka membebekkannya pada semua orang. Dan kamulah kamu :)
Semua yang kau datangkan dari langit jingga sudah cukup, lebih dari cukup.
Aku suka caramu menata bingkai hatiku, tak peduli bahwa ada bagian yang retak di sudut hatiku yang lain.
Karena kamu bukan pengungkit masa lalu.
Yeah! Keindahan itu juga kutunjukkan pada beberapa orang yang masih sedikit pantas dianggap berarti untukku. Tak peduli apakah aku menabrak rambu belok dengan memutar haluan, mendapat plakat pemakan ladang orang, aku terus melangkah dalam nadi hidupku, jalanku sendiri.
Karena aku dan beberapa dari mereka sejatinya bersatu titik akhir. Hanya saja kami sedikit berbeda.
Kamu,
Terima kasih banyak untuk adanya kamu selama ini…:)
Selasa, 18 Januari 2011
Fall to Pieces
04.47
jauanica
Ini adalah lagu dari sekian puluh –mungkin ratusan- judul iank bikin saya terpikat. ^^. Dan Avril Lavigne adalah salah satu penyanyi keren yang punya suara yang powerful dan unik.
Kalau boleh diceritakan asal mulanya, keranjingan saya dimulai dari seorang teman, panggil aja Cak :P yang menggiring saya ke aliran yang agak ‘rock’ ini.
Y: haduh, kabeh-kabeh Avril
C: yo iyo se, Avril itu penyanyi yang keren, dia itu powerful suarane.
Y: enggak suka, suaranya lho gitu
C: eeh, ngawur ae
Y: kamu punya lagune?
C: iya dunk. Lengkap.
Y: -diem aja, soalnya pas pertama kali dengerin suaranya gerebeken *ga nyaman-
…
Setelah hari demi hari berlalu, detik demi detik menjadi sejarah *halah, akhirnya saya terpikat juga, terutama untuk iank satu ini..
Meskipun saya akui, ini lagu mah udah sedikit jadul yak. Tapi saya tidak pedulli. Ini lagu adalah lirik yang ditulis dengan ‘sopan’ oleh penulis liriknya. Hhehe, you know my mean if you know almost of her songs.
Ehm.
Lagu ini sepertinya memuat konten yang tidak terlalu ngebet, obsesif. Yaaah, gaya a la anak muda gitu de :P. Tapi siapapun tak akan menyangkal jika sudah terkena virus iank satu ini bukaaan?
Saya tidak akan menyeret anda untuk ikutan berlebihan dalam memaknai yang satu itu *hhehe^^v, hal-hal positif yang bisa diambil adalah… vocabulary yang bertambah, dan tentu saja BISA MELEPASKAN PENAT ABIS BERGUMUL DENGAN PELAJARAN. *hheheh.
Enjoy it!
….
I looked away
Then I look back at you
You try to say
The things that you can’t undo
If I had my way
I’d never get over you
Today’s the day
I pray that we make it through
Make it through the fall
Make it through it all
And I don’t wanna fall to pieces
I just want to sit and stare at you
I don’t want to talk about it
And I don’t want a conversation
I just want to cry in front of you
I don’t want to talk about it
Cuz I’m in Love With you
You’re the only one,
I’d be with till the end
When I come undone
You bring me back again
Back under the stars
Back into your arms
[Chorus]
Wanna know who you are
Wanna know where to start
I wanna know what this means
Wanna know how you feel
Wanna know what is real
I wanna know everything, everything
I’m in love with you
Cuz i’m in love with you
I’m in love with you
I’m in love with you
..............dedicated for my 22- :)
Kalau boleh diceritakan asal mulanya, keranjingan saya dimulai dari seorang teman, panggil aja Cak :P yang menggiring saya ke aliran yang agak ‘rock’ ini.
Y: haduh, kabeh-kabeh Avril
C: yo iyo se, Avril itu penyanyi yang keren, dia itu powerful suarane.
Y: enggak suka, suaranya lho gitu
C: eeh, ngawur ae
Y: kamu punya lagune?
C: iya dunk. Lengkap.
Y: -diem aja, soalnya pas pertama kali dengerin suaranya gerebeken *ga nyaman-
…
Setelah hari demi hari berlalu, detik demi detik menjadi sejarah *halah, akhirnya saya terpikat juga, terutama untuk iank satu ini..
Meskipun saya akui, ini lagu mah udah sedikit jadul yak. Tapi saya tidak pedulli. Ini lagu adalah lirik yang ditulis dengan ‘sopan’ oleh penulis liriknya. Hhehe, you know my mean if you know almost of her songs.
Ehm.
Lagu ini sepertinya memuat konten yang tidak terlalu ngebet, obsesif. Yaaah, gaya a la anak muda gitu de :P. Tapi siapapun tak akan menyangkal jika sudah terkena virus iank satu ini bukaaan?
Saya tidak akan menyeret anda untuk ikutan berlebihan dalam memaknai yang satu itu *hhehe^^v, hal-hal positif yang bisa diambil adalah… vocabulary yang bertambah, dan tentu saja BISA MELEPASKAN PENAT ABIS BERGUMUL DENGAN PELAJARAN. *hheheh.
Enjoy it!
….
I looked away
Then I look back at you
You try to say
The things that you can’t undo
If I had my way
I’d never get over you
Today’s the day
I pray that we make it through
Make it through the fall
Make it through it all
And I don’t wanna fall to pieces
I just want to sit and stare at you
I don’t want to talk about it
And I don’t want a conversation
I just want to cry in front of you
I don’t want to talk about it
Cuz I’m in Love With you
You’re the only one,
I’d be with till the end
When I come undone
You bring me back again
Back under the stars
Back into your arms
[Chorus]
Wanna know who you are
Wanna know where to start
I wanna know what this means
Wanna know how you feel
Wanna know what is real
I wanna know everything, everything
I’m in love with you
Cuz i’m in love with you
I’m in love with you
I’m in love with you
..............dedicated for my 22- :)
Film-film Masa Kecil yang Pernah Saya Tonton
04.45
jauanica
Setidaknya ada dua film –aseli buatan Indonesia —yang membuatku terkagum-kagum. BERAT. Joshua oh Joshua dan Petualangan Sherina. Tidak tahu pasti apakah karena pada saat itu pemikiran a la anak kelas IV SD masih terbatas atau para sineasnyakah –besutan Riri Riza, dkk-- yang memang ajib membuat film universial especially anak-anak itu. Hmm.. kolaborasi keduanya sih ya..
Baiklah. Akan kuulang lagi alurnya. Kurang lebihnya begini. Sherina ini harus pindah sekolah karena ayahnya dimutasi kerja. Jadilah keluarga kecil itu –ayah, ibu, dan Sherina- pindah rumah [plus pindah sekolah]. Karena si Sherina ini murid baru, maklumlah ada ledekan-ledekan kecil dari Sadam –diperankan Derby Romero-. Yang katanya inisial M pada nama panjang Sherina itu monyetlah, digojlok-gojlokkinlah, sampe adu keunggulan lewat lagu dingaa… --hehe, ini iank namanya sportif. Gak pake hina-hinaan gitu ya kyk anak jaman sekarang..
Intinya Sadam itu keliatan banget gak sukanya ama Sherina ! sampe akhirnya si Sherina tahu kalo Sadam tuh anaknya baeek banget, kedua orang tuanya saling mengenal, mereka jalan-jalan menuju perkebunan teh, dan akhirnya mereka berdua berusaha meloloskan diri dari kejaran orang jahat, si penculik yang baru saya tahu kalo tokohnya sering tampil di tv “,).
Eh, ada yang ketinggalan. BOSCHAnya itu looooooo ^^, ayo, siapa yang mau kesana ? –soale aku belum--
Btw, tentang pelaku-pelakunya. Sodara-sodara yang remaja pasti sudah tahu betapa eksisnya dua bintang utama itu –Sherina Munaf dan Derby Romero –eh dulunya kayaknya Romeo aja deh—. Sinna Sherina Munaf udah berhasil mengeluarkan albumnya yang PRIMADONA, kemudian lagu Cinta Pertama dan Terakhir, Geregetan, dan Pergilah Kaunya udah ngena banget di kuping kita, belum lagi lagunya yang jadi OST Ayat-Ayat Cinta dan Laskar Pelangi.
Kita bermain-main
siang-siang hari senin
tertawa satu sama lain
semua bahagia, semua bahagia. (Kubahagia)
Jika pembaca adalah pengguna twitter, pasti tahu deh berapa followernya Sherinna dewasa sekarang. 700 ribu lebih, bok!
Kalo si Derby mah, yang saya tahu udah sukses membintangi Kepompong –yang dikelilingi cewek-cewek cakep itu--, lalu jadian ama sesama public figure –hehe, maklum aku cew jadi tau ginian--, Gelora Asmara dengan Tuhan Tolongnya juga meledak, beserta Love in Perthnya yang kelar dia bintangin di negeri Kanguru sana bareng penyanyi seriosa yang super pintar, Gita Gutawa.
Kalo Joshua oh Joshua… hmm.. pembaca mungkin juga sangat amat hapal alurnya.
Dan tahu nggak??
Ternyata nilai-nilai yang ada dalam Joshua oh Joshua itulah yang semestinya dilakukan buat kita kita di zaman yang kian tua ini.
Err.. maksudku gini lho. Membayangkan betapa nerimannya si Jojo –neriman doesn’t mean not trying to be a better person--, betapa SABARnya ia menghadapi ibu iank kejam, betapa ia masih menyayangi ibu angkatnya itu meskipun udah berkali-kali nyakitin *ngelindungin supaya gak diapa-apain ama ortu aslinya kan?*,
Dan yang terpenting..
BETAPA JOJO *dan Jejen ADALAH PARA PELAJAR INDONESIA YANG GIAT BELAJAR. YANG TAK MAU KALAH OLEH KEADAAN. YANG GAK BUTA HARTA BUTA DUNIA
Ooh, apakah saya idealis?
Kalo disambung-sambungin enggak mungkin ya, kan itu termasuk hal-hal yang semestinya kta punya…
Pokoknya, kalau ingeet film itu, mungkin kita akan diam-diam malu pada diri sendiri, ketika betapa ‘polos’nya kita dulu, menjadi anak-anak yang lepas, bebas, gak kayak sekarang yang dipenuhi intrik , *gossip be’e..
Finally, kesimpulannya kedua film itu baik betul dan bisa dikonsumsi adek-adek kita yang masih kecil, tetangga-tetangga kita, anak-anak Indonesia … mungkin kalo ditayangin lagi –gappa kan ?- akan mengurangi damppak dari tayangan setajam *****, musik iank berlebihan, horror, atau iank amoral.. kan konsumsi tv kita sehari2 gak jauh2 dari itu bukaan?
Yes, those are my opinion,
Bagaimana menurut anda?
semoga bermanfaaatt!
Jumat, 07 Januari 2011
Haaaai
22.00
jauanica
Pasuruan, 7 Januari 2011,
Yeah, this is my first step to be a blogger..
Sebelumnya sudah beberapa kali nyoba sih... tapi gak keturutan-keturutan buat ngelanjutinnyaaah..
dan untuk blog pertama,
mungkin aku cuma mau mendefinisikan tujuan ikutan blog sebagai berikut:
*ngelatih kemampuan menulis
*sharing to the others, karena pengetahuan tiap manusia itu ada batasnya kaan?? ehm, ehm. akudwmasihamatsangatkurangpntr
*mau ikutan lomba. Yep, yep, I am going to be a good writer --author-- , so I begin my destiny with this blog.
Enjoy and welcome ! :D




